sejarah agama Hindu di Indonesia (revisi)

Sabtu, 14 Januari 2012


Sejarah Agama Hindu di Indonesia
1. Awal Mula Lahirnya Agama Hindu

• Agama Hindu pertama kali muncul di lembah Sungai Sindus di India. Oleh orang Persia kata
“Sindhu” diucapkan dengan kata “Hindu”, karena lafal “S” diucapkan menjadi “H”, maka
berkembanglah nama Hindu.
• Orang Persia (bangsa Arya) memberikan pengaruh terhadap budhttp://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3988544873820985600#editor/target=post;postID=1612901486854632832aya asli India (bangsa Dravida),
sehingga terjadi alkulturasi budaya.
Masuknya agama Hindu ke Indonesia
• Para ahli sejarah berkesimpulan, masuknya agama Hindu terjadi pada abad ke-4 masehi dengan
ditemukannya peninggalan tujuh buah Yupa di Kutai, Kalimantan Timur dan sekaligus
mengakhiri zaman prasejarah bangsa Indonesia.

2. Penyebar Agama Hindu di Indonesia

• Agama Hindu dari India ke Indonesia disebarkan oleh Rsi Agastya ( Lontar – lontar di Bali dan
Prasasti di Jawa )
1. Prasasti Dinoyo ( Jatim) di buat pura suci untuk rsi Agastya
2. Prasasti Porong (Jatim),Agastya Yatra (Perjalanan suci ),Pitra segara (Bapak lautan)
3. Teori Masuknya Agama Hindu ke Indonesia :

• Teori Brahmana
• Teori Ksatria
• Teori Wesya/Waisya
• Teori Pelaut
• Teori Pengungsi / Pelarian
• Teori Buku
***
1. KERAJAAN KUTAI

• Letak / Tahun : Kalimantan Timur ( tepi sungai Mahakam) / Abad IV
• Nama Raja : Raja Mulawarman (anak dari Aswawarman, cucu dari Kudungga)
• Agama : Siwa
• Peninggalan : 7 Yupa ( huruf palawa,bahasa sansekerta )
• Bentuk Perubahan : DalamTata Pemerintahan (Kesukuan menjadi Kerajaan dengan dipimpin
oleh seorang Raja). Perubahan Religius Kuno ke dalam hidup beragama yang memuja Tuhan
YME serta Kitab Suci Weda.


2. Taruma Negara

• Letak / Tahun : Jawa Barat / Abad V
• Nama Raja : Purnawarman
• Agama : Tri Murti
• Peninggalan : Prasasti Ciaruteun. Prasasti Kebon kopi, Pasir Awi, Muara cianten, Jambu,
Tugu.
- Prasasti Ciaruteun : Lukisan Tapak Kaki Raja Purnawarman yang disamakan
dengan tapak kaki Dewa wisnu.
- Prasasti Kebon Kopi : Tapak kaki gajah sang Raja yang disamakan dengan
tapak kaki Gajah Airawata (gajah Dewa Indra).
- Prasasti Tugu : pembuatan sungai Gomati, Candrabhaga yang diakhiri
dengan persembahan 1000 ekor sapi/lembu kepada para Brahmana.
- Arca Perunggu di Cebuaya dengan memakai atribut Dewa Siwa.
- Berita Cina menyebutkan bahwa pendeta Cina (Fa Hien), terdampar di Pulau
Jawa (414 M) ketika hendak kembali dari India ke negeri Cina menyebutkan
di daerah pantai pulau Jawa bagian barat ditemukan masyarakat yang
mendapat pengaruh Hindu (India).

3. KERAJAAN PADJAJARAN

• Nama Raja : Prabu Siliwangi
• Letak / Tahun : Jawa Barat / abad ke-5 Masehi
• Agama : Agama Hindu yang berkembang di Kerajaan Sunda, sejak Kerajaan
Taruma Negara pada awal abad ke-5 M. hal ini diperkuat dengan
penemuan Arca Rajasri dan arca-arca di Cibuaya abad ke-8 dan 9 M.
Pendapat bahwa Prabhu Siliwangi Moksa di Gunung Salak (Bogor), dan
di Pura tersebut ada sebuah pelinggih/Candi khusus memuja beliau.
• Peninggalan : Prasasti Rakyat Juru Pangambat, Prasasti Horen, Prasasti Astana Gede,
Kitab Kidung Sundayana, Kitab Cerita Parahyangan.

4. Kerajaan Holing / Keling

· Nama Raja : Ratu Sima
• Letak / Tahun : Jawa Tengah / abad ke-6 sampai 10 M
• Agama : Agama Hindu, dimana dalam Prasasti Tuk Mas ditemukan gambar-gambar
lambang agama Hindu, seperti : Trisula, kendi, kapak, sangka, cakra, bunga
teratai, dll.

5. Kerajaan Mataram Lama / Kuno

· Nama Raja : Sanna
Sanjaya ( putra saudara perempuan raja Sanna )digantikan oleh Rakai Pikatan.
Raja yang terkenal adalah Sanjaya, Rakai Pikatan adalah Putra Sanjaya yang
menikah dengan Putri Raja Samaratungga yaitu Pramowardhani,(Prasasti
Canggal/732M)
• Letak / Tahun : Jawa Tengah / Abad ke-7
• Agama : Hindu ( Siwa ) dan Budha
• Bentuk Peninggalan : - Prasasti Canggal : Bhs Sansekerta,berbentuk Candi Lingga
sbg simbul pemujaan Dewa Siwa
- Prasasti Kedu : Oleh Raja Balitung
- Prasasti Kalasan : Huruf pranagari.
- Candi Budha : Mendut, Pawon, Borobudur,Sewu, Plawosan,dll
- Candi Hindu : Prambanan, arjuna, Bhima, Sri Kandi, Sinhta, dll

6. Kerajaan Medang Kemulan / wangsa isyana

• Nama Raja : Mpu sindok ( 929-947),
Dharmawangsa (991-1016)
Airlangga (1019 – 1041 )
• Letak : Jawa Timur
• Agama : Hindu ( Wisnu ), Arca Airlangga dlm wujud Wisnu mengendarai garuda, dan
Budha (Kitab Sang Hyang kamahayanika)
• Peninggalan : Kitab Hukum UU Siwasasana, Mahabharata (Jawa Kuno), Pelabuhan Ujung
Galuh, Tanggul waringin Pitu, Gubahan Arjuna Wiwaha ( Mpu Kanwa ),
Candi Lor, Gunung Gangsir, Songgoriti dan Candi Sumber Nanas.
• Setelah Airlangga wafat terjadi perang saudara antara Jenggala dengan Panjalu dan baru
pada tahun 1042 muncul kerajaan Kediri

7. Kerajaan Kediri

• Nama Raja : Airlangga ( Putra Udayana dg Guna Priya Darmapatni → raja Besar dari Bali )
• Letak / tahun : jawa Timur / 1042-1222M
• Agama : Hindu ( Wisnu )→Patung Airlangga diwujudkan sbg Dewa Wisnu
mengendarai Garuda
• Peninggalan : - Candi Belahan ( Makam dan patung Airlangga )
- Calonarang
- Bharata Yuddha → Mpu
Sedah dan Mpu Panuluh
- Hariwangsa dan Gatot Kaca sraya → Mpu Panuluh
- Smaradana → Mpu Darmaja
- Kekawin Lubdaka/siwaratri Kalpa dan Wartasancaya → Mpu Tanakung
Kerajaan Kediri membuat kebijaksanaan agar tidak terjadi perebutan kekuasaan oleh putra putri
Airlangga,atas bantuan Mpu Bradah, Kediri dibagi menjadi 2, yaitu kerajaan Jenggala dan Panjulu dengan
batas sungai Brantas

8. Kerajaan Singosari

• Nama Raja : Ken Arok 1222- 1227 (Pendiri)
Anusapati 1227 – 1248
Wisnu wardana 1248 – 1268
Kerta Negra 1268 – 1292
• Letak / Tahun : Jawa Timur / 1222 – 1292
• Agama : Hindu
• Peninggalan : Sumber kerajaan →kitab Pararaton, Kitab Negara kertagama, Berita cina,
Prasasti Mulama Lurung, Candi Kidal, Candi Jawi, candi jago dan Candi
Singosari.
Diantara Raja – raja yang pernah memerintah yang mencapai kejayaan dan sangat terkenal adalah Raja
Kerta Negara ( Dapat memperluas wilayah singosari sampai ke Melayu, Pahang (Malaysia), Sunda,
Bakulapura ( Kalimantan ) dan Gurun ( Indonesia Timur).

9. KERAJAAN MAJAPAHIT

• Nama Raja : Raden Wijaya ( Kertarajasa Jayawardana yaitu pendiri majapahit), Sri
Jayanegara, Tribhuanatunggadewi, Hayam Wuruk dan
Wikramawardana
→ Raja yang paling terkenal adalah : Raja Hayam Wuruk ( Candi penataran, Rimbi,
tigawangi, Surawana, Antahpura, Pari, Tikus, Sumberjati )
• Letak / Tahun : Jawa Timur / 1292
• Agama : Hindu / Tri Murti
• Peninggalan : - Prasasti Butak (1294 ) oleh Raden wijaya. Memuat tentang peristiwa
keruntuhan singosari dari perjuangan Raden wijaya untuk mendirikan
majapahit
- Kidung Harsa Wijaya, raden Wijaya ketika menghadapi musuh dari
kediri dan tahun – tahun awal perkembangan Majapahit
- Kitab Pararton, Pemerintahan raja – raja Singosari dan Majapahit
- Kitab negara Kertagama (Mpu Prapanca) Perjalanan Hayam Wuruk ke
Jawa Timur
- Arjuna wiwaha dan Sutasoma ( Mpu Tantular )
- Kitab Hukum Kutaramanawa ( Gajah Mada yang bersumber dari
Kutarasastra dan Manawa Dharma Sastra )
- candi Bajang Ratu
→ Majapahit merupakan kerajaan besar, karenan memiliki wilayah kekuasaan meliputi
malaysia, Brunai dan Filipina bagian selatan.
SetelahHayam Wuruk dan Patih Gajah Mada wafat tidak ada raja yang terkenal,
kerajaan majapahit berangsur – angsur mulai mengalami kemunduran.

10. KERAJAAN HINDU DI BALI

1. Nama Raja : Kesariwarmadewa (804 caka), Unggrasena (915 M), Darmodayana
,Anak Wungsu dan Dalem Waturenggong
2. Tahun : 882 – 1332 Masehi / Sekitar Abad VII
3.Peninggalan : - Prasasti Blanjong ( sanur ), Prasasti Bebetin Malet Gede (Buleleng
), Goa gajah, Gunung Kawi, Gunung Panulisan dan Sangsit
- Pada masa pemerintahan Sri Kesari warmadewa ditemukan
prasasti dengan memakai bahasa Bali, tetapi tidak menyebutkan
nama rajanya.
- Berita cina yang menyebutkan pada abadb ke 7 dinyatakan bahwa
dsisebelah timur kerajaan holing terdapat Dwa-pa-tan. Menurut
para ahli Dwa-Pa-Tan itu sering disebut poli dan berita cina poli
tersebut disamakan dengan Bali
- Pada masa pemerintahan Unggrasena ditemukan sekitar 9 prasasti,
berdasarkan tulisan dalam prasasti tersebut diketahui Raja
Unggrasena memerintah sampai 942 Masehi.
Dalam beberapa lontar di Bali dinyatakan bahwa Mpu Kuturan sebagai pembaharu
Agama Hindu di Bali pada abad 11 pada masa pemerintahan Udayana dan penerusnya.
Sekte – sekte dapat disatukan, pemujaan melalui Sad Kahyangan dan Kahyangan Jagat,
Kahyangan Tiga dan Sanggah Kemulan seperti yang termuat dalam lontar Usana Dewa,
konsep pemujaan pada Dewa Tri Murti, dan memasyarakatkan desa pekraman melalui
Kahyangan Tiga.
Sebagai penghormatan kepada Mpu Kuturan atas jasa beliau dibuatlah pelinggih
Menjangan Salwan di banyak pura di bali.
Tempat moksa Mpu Kuturan adalah di pura Silayukti ( Padangbai, Karangasem )
Pada masa kerajaan Gelgel mengalami kejayaan ( Rajanya Waturenggong , ketika itu
datangla Dang Hyang Niratha ( Dwijendra ) ke Bali. Beliau berjasa besar dalam bidang agama,
sastra dan arsitektur. Pada Masa pemerintahan Dalem Waturenggong diadakan perbaikan di
pura Besakih dan dilaksanakannya upacara Eka dasa Ludra. Pura yang dibangun oleh Dang
Hyang Niratha adalah : pura Rambut Siwi, Peti Tenget, Dalem Gandamayu. Beliau juga
memprakarsai bangunan padmasana serta mengajarkan ukuran nista, madya dan utama dalam
upakara yang disesuaikan dengan kemampuan dan keiklasan. Untuk menghormati jasa beliau
Sejarah Agama Hindu di Indonesia 7
dibangunlah pura Pulaki, Tanah Lot, Rambut Siwi, Sarijong, Puncak Sangkur, Air Jeruk,
Sakenan, dan Ponjok Batu. Dan beliau dipercayai moksa di pura Uluwatu.

SEBAB – SEBAB RUNTUHNYA KERAJAAN HINDU DI INDONESIA

• Adanya perbedaan visi dan misi yang tersembunyi antara maha Patih Gajah Mada dengan
Raja Hayam Wuruk
• Terbukanya sistem hubungan perdagangan yang membuka celah bagi masuknya imigran
asing dengan paham dan budaya yang berbeda
• Lemahnya pengawasan dari penguasa majapahit
• Wafatnya Patih Gajah mada dan Raja Hayam Wuruk
• Tidak adanya kaderisasi kepemimpinan
• Angkatan perang yang lemah
• Terjadinya perang perebutan kekuasaan antara putra – putra Hayam Wuruk
• Banyaknnya kerajaan kecil bawahan Majapahit yang berdiri sendiri
• Acara dan upacara Hindu mulai diabaikan oleh sebagaian masyarakat Hindu Majapahit
• Tidak dilaksanakan sistem pembinaan dan penyuluhan keagamaan secara sistematis dan
terprogram
• Rusak dan hancurnya sarana – sarana Agama Hindu di Majapahit

Created by : SMP Harapan Nusantara Denpasar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 

Jam Berapa Sekarang ?

Kalender Bali

Blogger news

Most Reading