RIP Taufiq Kiemas.

Minggu, 09 Juni 2013

Saya, Anom Bhuja Sukardika, mewakili keluarga, Kls X TKJ 1, dan team AnomBhuja's Blog, mengucapkan :
Turut berduka cita yang sedalam dalamnya atas meninggalnya Bapak Taufiq Kiemas, negarawan, dan Ketua MPR RI. Beliau wafat pada 8 Juni 2013 di Singapura.

Aplikasi Standar pada PC

Selasa, 04 Juni 2013



Om Swastyastu
Pada artikel ini, saya membahas tentang aplikasi apa saja yang harus terdapat dalam sebuah PC/Laptop. Terkadang kita tidak tahu apa saja aplikasi standar yang harus di-install terlebih dahulu. Tanpa berpikir panjang, kita langsung saja membahasnya
  • Aplikasi Pengolah Kata, Angka, Data, dll

Aplikasi ini sepertinya wajib ter-install di semua PC/Laptop. Untuk aplikasi ini, jenisnya banyak sekali. Contohnya : Microsoft Office dan OpenOffice. Tapi, kita lebih dominan menggunakan Microsoft Office. Jadi, lebih baik kita install Microsoft Office, minimal lah yang versi 2007. Untuk link downloadnya, silakan cari di Mbah Google

  • Antivirus

Sebenarnya sih ini yang harus di urutan pertama. Tapi, karena sudah terlanjur diketik, yasudah lanjutkan aja. Untuk antivirus, jenisnya juga banyak. Contoh : Kaspersky, Avira, Avast, AVG, Smadav, dan masih banyak lagi. Kalo anda ingin yang gratisan (pola pikir orang Indonesia pasti seperti ini  ), silakan install Avast, Avira, atau semacamnya. Tapi, jika anda cinta produk Indonesia , lebih baik gunakan Smadav.
  • WinRar/WinZip
Aplikasi ini berguna untuk membuka file/folder yang telah di-extract menjadi RAR atau ZIP. Aplikasi ini memang memiliki kesamaan, mungkin cuma beda nama aja.  Biasanya, banyak aplikasi tambahan yang berformat *rar atau *zip. Maka dari itu, aplikasi ini wajib di-install untuk PC/Laptop anda.
  • Aplikasi Pemutar Media
Untuk aplikasi ini dibagi menjadi beberapa macam, yaitu :
a.      Aplikasi Pemutar Musik
Untuk aplikasi ini, pikiran kita pasti tertuju pada Winamp . Ya, memang aplikasi ini banyak jenisnya. Contohnya Winamp, AIMP3, dan sebagainya. Tapi, kita dominan menggunakan Winamp. Jadi, install-lah aplikasi ini untuk memenuhi kebutuhan hiburan anda.
b.      Aplikasi Pemutar DVD
Bagi anda yang gemar nonton film, aplikasi ini wajib anda install. Jenis-jenisnya antara lain : PowerDVD, Nero ShowTime (biasanya aplikasi ini sudah dalam satu paket dengan Nero StartSmart). Jika anda tidak install aplikasi ini, niscaya film anda tidak seru untuk ditonton.
c.       Aplikasi Penampil Foto
Sebenarnya, aplikasi ini kalo nggak di-install juga gak kenapa . Tapi, untuk hasil yang memuaskan, lebih baik install aja aplikasi ini. Tinggal pilih aja, ada ACDSee, Picasa, dll. Sesuai namanya, aplikasi ini digunakan untuk menampilkan gambar dari semua format. Kecuali untuk Picasa, aplikasi ini tidak dapat membuka gambar animasi. Kalaupun bisa, itupun tidak akan bergerak animasinya. Jadi lebih baik install ACDSee aja.
d.      Aplikasi Pemutar Video.
Tanpa aplikasi ini, PC/Laptop anda seakan tidak ada gunanya . Memang, Microsoft telah menyediakan kebutuhan kita tanpa harus menginstall aplikasi seperti ini. Tapi, apa yang disediakan oleh Microsoft jauh dari kata bermutu alias jelek   . Jadi, installah aplikasi ini. Jenis-jenisnya ada GOM Player, VLC Player, Media Player Classic. Tinggal pilih aja. Perlu anda ketahui, aplikasi semacam ini dapat memutar music. Multifungsi kan .
  • Aplikasi Penyunting Gambar.
Saran saya, install aja Adobe Photoshop. Memang, aplikasi penyunting gambar banyak macamnya. Ada Adobe Photoshop, Corel Draw, dll.
  • Aplikasi Pembaca File PDF
Software ini digunakan untuk membuka file yang berformat PDF. Sekarang, banyak artikel atau buku yang menggunakan format PDF agar tidak bisa diedit atau diubah. Contoh aplikasi ini adalah Adobe Reader dan Acrobat Reader.
  •  Aplikasi Burning CD/DVD
Aplikasi ini berguna untuk mentransfer data ke CD/DVD. Penyimpanan data melalui CD/DVD lebih aman karena virus tidak bisa masuk ke CD/DVD. Contoh aplikasi ini adalah Nero StartSmart (biasanya satu paket dengan Nero 7 Essential)
  • Aplikasi Game
Bagi para gamers, aplikasi ini pasti dinomor satukan. Perlu anda ketahui bahwa spesifikasi yang baik sangat membantu dalam game, terutama VGA dan RAM. Contoh game yang saya ketahui adalah Game House, Popcap Game, Counter-Strike, GTA, dll.

Sekian dahulu sepatah duapatah kata dari saya, jika ada kesalahan, tau sendiri lah.
Om Shanti, Shanti, Shanti, OM

Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Rabu, 20 Maret 2013

Om Swastyastu
Tyang, Anom Bhuja Sukardika, nguncarang
Rahajeng Nyanggra Rahina Galungan lan Kuningan
Pinanggal 27 Maret 2013 lan 6 April 2013
Om Çantih, Çantih, Çantih, Om

Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1935

Kamis, 14 Maret 2013

Tyang, anombhuja.blogspot.com, nguncarang
Rahajeng Rahina Nyepi Warsa Anyar Icaka 1935
12 Maret 2013
Nb : maaf, telat ngucapin :)

Bagian-Bagian Motherboard

Kamis, 21 Februari 2013

Untuk melihat artikel Bagian-bagian motherboard, silakan klik disini
Berhubung di blog ini sedang ada gangguan teknis, saya ucapkan mohon maaf
Berikut ini adalah cuplikan artikelnya :

1.    Soket Prosesor. Soket ini merupakan tempat dimana prosesor dipasang. Jenis soket menentukan prosesor apa yang bisa dipasang pada soket tersebut. Jadi soket tertentu hanya bisa dipasang prosesor tertentu saja.
2.    Slot Memori. Slot ini digunakan untuk memasang memori utama komputer. Jenis slot memori juga berbeda-beda, tergantung sistem yang digunakannya.
3.    Northbridge, merupakan sebutan bagi komponen utama yang mengatur lalu lintas data antara prosesor dengan sistem memori dan saluran utama motherboard.
4.    Southbridge, sebutan untuk komponen pembantu northbridge yang menghubungkan northbridge dengan komponen atau periferal lainnya.
5.    Slot PCI Express x16, merupakan slot khusus yang bisa dipasangi kartu VGA generasi terbaru.

info

Rabu, 13 Februari 2013

Kunjungi blog kedua saya di www.anombhuja.wordpress.com
Blog ini menampilkan all about TKJ juga. Jangan khawatir, blog yang sedang anda kunjungi ini tetap ada, namun artikelnya hanya berupa tulisan saja. Untuk artikel yang berisi gambar bisa dilihat di www.anombhuja.wordpress.com

Konversi Bilangan Desimal, Biner, Oktal dan Heksadesimal

Kamis, 17 Januari 2013

Pada momen yang berbahagia ini, saya ingin coba menjabarkan tahap2 sederhana proses konversi bilangan desimal, biner, oktal dan heksadesimal.
Bilangan desimal adalah bilangan yang menggunakan 10 angka mulai 0 sampai 9 berturut2. Setelah angka 9, maka angka berikutnya adalah 10, 11, 12 dan seterusnya. Bilangan desimal disebut juga bilangan berbasis 10. Contoh penulisan bilangan desimal : 1710. Ingat, desimal berbasis 10, maka angka 10-lah yang menjadi subscript pada penulisan bilangan desimal.
Bilangan biner adalah bilangan yang hanya menggunakan 2 angka, yaitu 0 dan 1. Bilangan biner juga disebut bilangan berbasis 2. Setiap bilangan pada bilangan biner disebut bit, dimana 1 byte = 8 bit.  Contoh penulisan : 1101112.
Bilangan oktal adalah bilangan berbasis 8, yang menggunakan angka 0 sampai 7. Contoh penulisan : 178.
Bilangan heksadesimal, atau bilangan heksa, atau bilangan basis 16, menggunakan 16  buah simbol, mulai dari 0 sampai 9, kemudian dilanjut dari A sampai F. Jadi, angka A sampai F merupakan simbol untuk 10 sampai 15. Contoh penulisan : C516.
Hmm.. Sepertinya prolognya sudah cukup. Lanjut ke proses kalkulasi… 
Saya langsung saja ambil sebuah contoh bilangan desimal yang akan dikonversi ke biner. Setelah itu, akan saya lakukan konversi masing2 bilangan desimal, biner, oktal dan heksadesimal.
Misalkan bilangan desimal yang ingin saya konversi adalah 2510.
Maka langkah yang dilakukan adalah membagi tahap demi tahap angka 2510 tersebut dengan 2, seperti berikut :
25 : 2 = 12,5
Jawaban di atas memang benar, tapi bukan tahapan yang kita inginkan. Tahapan yang tepat untuk melakukan proses konversi ini sebagai berikut :
25 : 2 = 12 sisa 1.    —–> Sampai disini masih mengerti kan? 
Langkah selanjutnya adalah membagi angka 12 tersebut dengan 2 lagi. Hasilnya sebagai berikut :
12 : 2 = 6 sisa 0.      —–> Ingat, selalu tulis sisanya.
Proses tersebut dilanjutkan sampai angka yang hendak dibagi adalah 0, sebagai berikut :
25 : 2 = 12 sisa 1.
12 : 2 = 6 sisa 0.
6 : 2 = 3 sisa 0.
3 : 2 = 1 sisa 1.
1 : 2 = 0 sisa 1.
0 : 2 = 0 sisa 0…. (end)
Nah, setelah didapat perhitungan tadi, pertanyaan berikutnya adalah, hasil konversinya yang mana? Ya, hasil konversinya adalah urutan seluruh sisa-sisa perhitungan telah diperoleh, dimulai dari bawah ke atas.
Maka hasilnya adalah 0110012. Angka 0 di awal tidak perlu ditulis, sehingga hasilnya menjadi 110012. Sip? 
Lanjut…..sekarang saya akan menjelaskan konversi bilangan desimal ke oktal.
Proses konversinya mirip dengan proses konversi desimal ke biner, hanya saja kali ini pembaginya adalah 8. Misalkan angka yang ingin saya konversi adalah 3310. Maka :
33 : 8 = 4 sisa 1.
4 : 8 = 0 sisa 4.
0 : 8 = 0 sisa 0….(end)
Hasilnya? Coba tebak…418!!! 
Sekarang tiba waktunya untuk mengajarkan proses konversi desimal ke hexadesimal… 
10= a 11=b 12=c 13=d 14=e 15=f
Seperti biasa, langsung saja ke contoh. Hehe…
Misalkan bilangan desimal yang ingin saya ubah adalah 24310. Untuk menghitung proses konversinya, caranya sama saja dengan proses konversi desimal ke biner, hanya saja kali ini angka pembaginya adalah 16. Maka :
243 : 16 = 15 sisa 3.
15 : 16 = 0 sisa F.      —-> ingat, 15 diganti jadi F..
0 :  16 = 0 sisa 0….(end)
Nah, maka hasil konversinya adalah F316. Mudah, bukan? 
Fiuh..Lanjut lagi… 
Sekarang kita beralih ke konversi bilangan biner ke desimal. Proses konversi bilangan biner ke bilangan desimal adalah proses perkalian setiap bit pada bilangan biner dengan perpangkatan 2, dimana perpangkatan 2 tersebut berurut dari kanan ke kiri bit bernilai 20 sampai 2n.
Langsung saja saya ambil contoh bilangan yang merupakan hasil perhitungan di atas, yaitu 110012. Misalkan bilangan tersebut saya ubah posisinya mulai dari kanan ke kiri menjadi seperti ini.
1
0
0
1
1
Nah, saatnya mengalikan setiap bit dengan perpangkatan 2. Ingat, perpangkatan 2 tersebut berurut mulai dari 20 sampai 2n, untuk setiap bit mulai dari kanan ke kiri. Maka :
1     ——>    1 x 20 = 1
0     ——>    0 x 21 = 0
0     ——>    0 x 22 = 0
1     ——>    1 x 23 = 8
1     ——>    1 x 24 = 16 —> perhatikan nilai perpangkatan 2 nya semakin ke bawah semakin besar
Maka hasilnya adalah 1 + 0 + 0 + 8 + 16 = 2510.
Nah, bandingkan hasil ini dengan angka desimal yang saya ubah ke biner di awal tadi. Sama bukan? 
Sudah ini, sudah itu, sekarang….nah, konversi bilangan biner ke oktal. hehe…siap?
Untuk merubah bilangan biner ke bilangan oktal, perlu diperhatikan bahwa setiap bilangan oktal mewakili 3 bit dari bilangan biner. Maka jika kita memiliki bilangan biner 1101112 yang ingin dikonversi ke bilangan oktal, langkah pertama yang kita lakukan adalah memilah-milah bilangan biner tersebut, setiap bagian 3 bit, mulai dari kanan ke kiri, sehingga menjadi seperti berikut :
110                 dan               111
Sengaja saya buat agak berjarak, supaya lebih mudah dimengerti. Nah, setelah dilakukan proses pemilah2an seperti ini, dilakukan proses konversi ke desimal terlebih dahulu secara terpisah. 110 dikonversi menjadi 6, dan 111 dikonversi menjadi 7. Hasilnya kemudian digabungkan, menjadi 678, yang merupakan bilangan oktal dari 1101112… 
“Tapi, itu kan kebetulan bilangan binernya pas 6 bit. Jadi dipilah2 3 pun masih pas. Gimana kalau bilangan binernya, contohnya, 5 bit?” Hehe…Gampang..Contohnya 110012. 5 bit kan? Sebenarnya pemilah2an itu dimulai dari kanan ke kiri. Jadi hasilnya 11 dan 001. Ini kan sebenarnya sudah bisa masing2 diubah ke dalam bentuk desimal. Tapi kalau mau menambah kenyamanan di mata, tambahin aja 1 angka 0 di depannya. Jadi 0110012. Tidak akan merubah hasil perhitungan kok. Tinggal dipilah2 seperti tadi. Okeh?
Selanjutnya adalah konversi bilangan biner ke heksadesimal.
Hmm…sebagai contoh, misalnya saya ingin ubah 111000102 ke bentuk heksadesimal. Proses konversinya juga tidak begitu rumit, hanya tinggal memilahkan bit2 tersebut menjadi kelompok2 4 bit. Pemilahan dimulai dari kanan ke kiri, sehingga hasilnya sbb :
1110            dan           0010
Nah, coba lihat bit2 tersebut. Konversilah bit2 tersebut ke desimal terlebih dahulu satu persatu, sehingga didapat :
1110 = 14    dan           0010 = 2
Nah, ingat kalau 14 itu dilambangkan apa di heksadesimal? Ya, 14 dilambangkan dengan E16.
Dengan demikian, hasil konversinya adalah E216.
Seperti tadi juga, gimana kalau bilangan binernya tidak berjumlah 8  bit? Contohnya 1101012? Yaa…Seperti tadi juga, tambahin aja 0 di depannya. Tidak akan memberi pengaruh apa2 kok ke hasilnya. Jadi setelah ditambah menjadi 001101012. Selanjutnya, sudah gampang kan? 
Selanjutnya, konversi bilangan oktal ke desimal. Hal ini tidak terlalu sulit. Tinggal kalikan saja setiap bilangan dengan perpangkatan 8. Contoh, bilangan oktal yang akan dikonversi adalah 718. Maka susunannya saya buat menjadi demikian :
1
7
dan proses perkaliannya sbb :
1 x 80 = 1
7 x 81 = 56
Maka hasilnya adalah penjumlahan 1 + 56 = 5710.
Habis konversi oktal ke desimal, maka saat ini giliran oktal ke biner. Hehe..
Langsung ke contoh. Misalkan saya ingin mengubah bilangan oktal 578 ke biner. Maka langkah yang saya lakukan adalah melakukan proses konversi setiap bilangan tersebut masing2 ke 3 bit bilangan biner. Nah, angka 5 jika dikonversi ke biner menjadi….? 1012. Sip. Nah, 7, jika dikonversi ke biner menjadi…? 1112. Mantap. Maka hasilnya adalah 1011112. Jamin benar deh…. 
Hmm…berarti…sekarang giliran konversi oktal ke heksadesimal.
Untuk konversi oktal ke heksadesimal, kita akan membutuhkan perantara, yaitu bilangan biner. Maksudnya? Maksudnya adalah kita konversi dulu oktal ke biner, lalu konversikan nilai biner tersebut ke nilai heksadesimalnya. Nah, baik yang konversi oktal ke biner maupun biner ke heksadesimal kan udah dijelaskan. Coba buktikan, bahwa bilangan oktal 728 jika dikonversi ke heksadesimal menjadi 3A16. Bisa kan? Bisa dong… 
7    2
111    010
0011  1010
3           10
3           A
Selanjutnya adalah konversi bilangan heksadesimal ke desimal.
Untuk proses konversi ini, caranya sama saja dengan proses konversi biner ke desimal, hanya saja kali ini perpangkatan yang digunakan adalah perpangkatan 16, bukan perpangkatan 2. Sebagai contoh, saya akan melakukan konversi bilangan heksa C816 ke bilangan desimal. Maka saya ubah dulu susunan bilangan heksa tersebut, mulai dari kanan ke kiri, sehingga menjadi sebagai berikut :
8
C
dan kemudian dilakukan proses perkalian dengan perpangkatan 16, sebagai berikut :
8 x 160 = 8
C x 161 = 192     ——> ingat, C16 merupakan lambang dari 1210
Maka diperolehlah hasil konversinya bernilai 8 + 192 = 20010.
Tutorial berikutnya, konversi dari heksadesimal ke biner.
Dalam proses konversi heksadesimal ke biner, setiap simbol dalam heksadesimal mewakili 4 bit dari biner. Misalnya saya ingin melakukan proses konversi bilangan heksa B716 ke bilangan biner. Maka setiap simbol di bilangan heksa tersebut saya konversi terpisah ke biner. Ingat, B16 merupakan simbol untuk angka desimal 1110. Nah, desimal 1110 jika dikonversi ke biner menjadi 10112, sedangkan desimal 710 jika dikonversi ke biner menjadi 01112. Maka bilangan binernya adalah 101101112, atau kalau dibuat ilustrasinya seperti berikut ini :
B                         7       —-> bentuk heksa
11                       7       —-> bentuk desimal
1011                0111  —-> bentuk biner
Hasilnya disatukan, sehingga menjadi 101101112. Understood? 
Yang terakhir adalah konversi heksadesimal ke oktal.
Nah, sama seperti konversi oktal ke heksadesimal, kita membutuhkan bantuan bilangan biner. Lakukan terlebih dahulu konversi heksadesimal ke biner, lalu konversikan nilai biner tersebut ke oktal. Sebagai latihan, buktikan bahwa nilai heksadesimal E716 jika dikonversi ke oktal menjadi 3478. Hehe…Kamu bisa!!!
E            7
1110      0111  -> 4 bit
011   100   111  -> 3 bit
3        4        7



 

Jam Berapa Sekarang ?

Kalender Bali

Blogger news

Most Reading